Senin, 06 April 2015

[Resensi Novel] The Rising Star




Judul               : The Rising Star
Penulis            : Angelique Puspadewi
Terbit               : 2015
ISBN               : 978-602-03-1385-6
Sebagai artis junior, Alexa diminta terlibat dalam rekayasa untuk menaikkan pamor Juna, artis menyebalkan dan sok ganteng yang sama-sama bernaung di RR Production. Tidak tanggung-tanggung, mereka akan menciptakan skandal. Rumornya Alexa ketahuan hamil dengan Juna padahal dia sudah bertunangan dengan Bara, caleg yang juga butuh pemberitaan sensasional agar semakin dikenal masyarakat. Jika ini berhasil bukan hanya pamor Juna dan Bara yang akan melambung, tapi nama Alexa juga akan bersinar. Mereka bertiga akan menjadi The Rising Star.

Skenario yang dijalankan nyaris sempurna, hingga sandungan kecil mengacaukan semuanya. Setelah hangout sampai teler berat di pub dan terbangun di kamar hotel, Alexa mengalami gejala yang dialami oleh perempuan yang sungguhan hamil! Sialnya, Alexa tidak tahu dengan siapa ia tidur malam itu.

Adegan demi adegan yang mereka jalani ternyata malah membuat Juna dan Bara menyukai Alexa. Mereka sama-sama memberi perhatian pada Alexa dan berusaha memperebutkan cinta gadis itu. Namun, ternyata diam-diam sebenarnya hati Alexa sudah ditambatkan pada pria yang terlarang untuk ia cintai

***
Jadi buku ini menceritakan tentang Alexa, si artis pendatang baru yang terpaksa terlibat skandal untuk menaikkan pamor Juna, si sombong yang berada dalam naungan management yang sama yaitu RR management. Skandal itu juga melibatkan seorang caleg, Bara, si Pangeran Artha Cahya. 

Skenario sudah dibuat sedemikiam rupa agar skandal itu terlihat nyata dan ‘hidup’. Namun sebuah masalah muncul yang menjadikan drama itu sungguhan hidup. Tiba-tiba saja, Alexa yang sedang didera stress berat akibat RR Management yang menganggap rendah dirinya, juga tentang masalah cinta terlarangnya dengan sang Kakak Angkat, Arya-- memutuskan untuk mabuk-mabukan disebuah klub.
Ia tak menyadari apa yang menimpanya semalaman, tahu-tahu saja dirinya sudah berada disebuah kamar hotel yang asing baginya.
Setelah kejadian malam itu, Alexa merasakan tanda-tanda yang aneh pada dirinya. Tanda-tanda yang membuat yakin dirinya, kalau ia sedang mengandung.

Alexa semakin stress. Belum lagi, Arya, si Kakak angkat sekaligus cinta pertamanya, didesak untuk segera menikah dengan seorang janda cantik nan tulus, oleh Papanya.

Tak mau mengecewakan Papa yang sudah merawat keduanya, Alexa dan Arya memilih untuk membuang ego masing-masing untuk tidak menghalangi perasaan tak pada tempatnya itu tumbuh lebih jauh. Lagian, Winona—Sang calon istri Arya, juga sudah melakukan banyak hal untuk keluarga mereka, puncaknya saat ia membiayai operasi steam sel Papa Alexa dan Arya juga membiayai operasi Alexa yang ternyata terserang kista ovarium dan bukannya sedang hamil itu.
Belum lagi, masalah yang datang bertubi-tubi menimpa Alexa di kantornya. Dari perhatian yang dilimpahkan Juna dan Bara padanya, apalagi soal perubahan sikap Juna, si cowok tengil yang sekiranya sudah tobat sekarang.

Disatu sisi, Juna jadi berpikir ulang untuk tidak memanfaatkan Alexa untuk sekedar menaikkan pamornya. Sejak Alexa datang ke kosannya, dan meninggalkan finger print itu, entah kenapa, ada perasaan asing yang muncul ke hati cowok yang dikira sudah diisi penuh oleh nama Olivia. Olivia tergeser perlahan, dan kini dihatinya, hanya ada optimisme kuat untuk menjadi terkenal, untuk menjadi sorotan, dan yang terpenting, ia ingin meroket… bersama Alexa. Keduanya sama-sama ingin menjadi The Rising Star.




“Akan sulit memilih dua sinar yang sama terangnya. Kamu butuh sinar redup untuk menonjolkan sisi terangmu.”


Well, secara keseluruhan, konflik yang disediakan disini cukup memuaskan. Diawal-awal, kalian akan dipertemukan dengan segala konflik batin antara Alexa-Arya dan hubungan keduanya. Bagaiman keduanya berusaha keras untuk menekan perasaan itu dalam-dalam dan berjuang hanya demi sang Papa seorang.
Segala cara akan Alexa dan Arya lakukan kalau itu bisa membantu kesembuhan Papa.

Dipertengahan, skenario-skenario pun dimulai. Namun, satu persatu orang yang terlibat didalamnya menyumbangkan masalah kecil. Sedikit saja masalah yang satu orang timbulkan, hasilnya malah akan memperngaruhi keseluruhan alur cerita drama skandal ini.
Sedikit kekurangan dari buku ini mungkin memang hanya masalah typo dan salah sebut nama dibeberapa dialog, juga pemakaian aku-kamu atau gue-elo yang suka berganti-ganti.

Diluar itu semua, ceritanya tetap keren!
Emosi yang dimilik para tokoh tergambar jelas dan tersampaikan secara nyata.
Bagaimana perjuangan Alexa meraih kesuksesan, bagaimana jatuh-bangunnya cewek itu dalam usahanya membahagiakan sang Papa. Dan sedikit banyak, aku juga jadi tahu dunia keartisan, hehe.

Kemudian kisah Bara, yang lagi-lagi menyadarkan aku bahwa cinta itu tak harus memiliki. Yah, mungkin perjuanganmu saja yang kurang Mas, atau situ memang kalah ganteng sama Bang Juna.
Haha. Habisnya aku mau daftar jadi Arjunalovers nih, kak!
Eits! Tapi bukan yang lempar-lempar telur itu ya, mendingan telurnya buat emak dirumah dah.

Nah, salah satu yang bikin mengganjal juga tentang kemunculan Juna yang jaraaannngg banget keluar, malah keseringan Arya. Jadi, wajar aja kalau para pembaca lebih merasakan emosi yang dimilik Arya daripada memperhatikan perubahan sikap Juna.

Dari situ juga, yang bikin orang-orang mengharapkan kalau bakal dibikin sekuelnya yang menceritakan Arya-Winona, bagaimana mereka mempersatukan rumah tangga, bagaimana usaha Winona meggantikan nama Alexa dihati Arya, dan bagaimana Arya menerima segala ketulusan wanita itu.

Tapi kalau sekuel yang aku minta beda loh kak. Aku jelas mengutamakan hubungan Lexa-Juna yang kenapa munculnya sedikit doang dibuku ini  .  Padahal aku menginginkan lebih romantisme Lexa-Juna yang ada dihalaman-halaman akhir . Kan bisa dibuat suka duka mereka menjalankan hubungan dalam dunia keartisan yang dipenuhi gossip sana-sini gituloh Kak



But its okay. Dan terakhir, soal Ending!
Halaman-halaman akhir dibuku ini bikin aku menutupnya dengan senyuman. Ah, betapa ending yang manis untuk mereka semua. (Kecuali Bara yang emang lagi kena sial, belum nemu jodoh). Walaupun alur dari klimaks lalu ke penyelesaian terkesan terburu-buru, tapi aku tetep bisa menikmatinya. Sang penulis menggiring kita pada Ending yang enggak aku duga sebelumnya. Jelas aja! Setiap buku yang temanya percintaan-adek-kakak-tiri pasti diakhiri dengan bersatunya mereka berdua. Tapi disini beda! Gimana enggak senyum-senyum coba aku, si Juna yang udah aku idolakan sejak mata ini menangkap namamu untuk pertama kalinya (ceilah), malah jadinya dengan sang tokoh utama!
 Haha. Bahagia banget. Enggak tahu kenapa ya, tapi aku suka aja sama orang yang diem-dieman diawal cerita, terus berubah perhatian dan ngasih kasih sayang diakhir cerita.

Dan Juna-Lexa juga menjelaskan satu hal padaku, bahwa mereka berdua bukannya bersinar bersama, tapi mereka bersinar untuk sesama. Tanpa Juna, Lexa meredup, begitu juga sebaliknya, mereka saling menerangi, saling memberikan terangnya untuk satu sama lain.
Fakta tentang darah Juna yang mengalir ditubuh Alexa bikin aku tambah senyum lebar. Sadarkah mereka, bahwa mereka memang sudah menjadi The Rising Star bahkan sebelum skandal ini dimulai? Hanya keduanya, yang tak pernah mencoba mencari fakta itu.

Mungkin resensi ini harus kuakhiri, maaf kalau ada kata-kata yang menyinggung dan kurang berkenan.
Wasalam.


“Cinta itu memang bagian hidup kita. Kamu harus bersyukur. Bukan merasa berbeda”







2 komentar:

  1. Waaah terima kasih reviewnya. Dipapar secara objektif. Fotonya juga unyu2 :) salam kenal

    BalasHapus